“Pikiran di Balik ChatGPT: Biografi Mira Murati”

Abdurrasyid Nuruddin

X Teknik Komputer Jaringan

SMK Bina Informatika Bintaro

Bahasa Indonesia – Nurul Hikmah S.Pd

Uzone.id


Orientasi

   Mira Murati yang lahir 16 Desember 1988 adalah seorang insinyur, peneliti, dan eksekutif teknologi asal Albania, yang dikenal sebagai Chief Technology Officer (CTO) di OpenAI dari tahun 2018 hingga 2024. Dalam perannya yang sangat berpengaruh ini, Murati memimpin berbagai proyek inovatif dan berperan penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Murati lahir di Vlorë, Albania Selatan, dan menunjukkan bakat luar biasa di bidang sains dan matematika sejak usia dini. Selama masa sekolahnya, ia aktif berpartisipasi dalam berbagai olimpiade dan kompetisi matematika, yang membentuk dasar pendidikan dan ketertarikan akademisnya.

 

Pada usia 16 tahun, Murati mendapatkan beasiswa untuk belajar di Pearson United World College of the Pacific di Pulau Vancouver, British Columbia, Kanada, di mana ia lulus pada tahun 2005. Pendidikan lanjutannya meliputi program gelar ganda di Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Bachelor of Arts dari Colby College pada 2011 dan Bachelor of Engineering dari Thayer School of Engineering di Dartmouth College pada 2012.

 

Urutan Peristiwa

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Murati memulai karir profesionalnya di Zodiac Aerospace. Dia kemudian bergabung dengan Tesla pada tahun 2013 sebagai manajer produk, di mana ia memainkan peran penting dalam pengembangan Model X, kendaraan listrik yang inovatif. Sebelum bergabung dengan OpenAI pada tahun 2018, ia juga bekerja di Leap Motion, sebuah perusahaan rintisan yang fokus pada teknologi augmented reality.

 

Saat di OpenAI, Murati memulai kariernya sebagai peneliti dan segera diangkat menjadi CTO. Dia bertanggung jawab untuk mengawasi berbagai proyek besar, termasuk pengembangan ChatGPT, DALL-E, Codex, dan Sora. Murati memainkan peran kunci dalam memimpin tim penelitian dan produk, serta memastikan bahwa semua teknologi yang dikembangkan tidak hanya inovatif tetapi juga aman dan etis.

 

Di bawah kepemimpinannya, OpenAI berhasil meluncurkan berbagai produk yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Murati mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab dan menekankan pentingnya etika dalam pengembangan teknologi ini. Dalam sebuah wawancara, dia menyatakan bahwa “teknologi seharusnya mendemokratisasi akses dan meningkatkan kualitas hidup semua orang.”

 

Pada November 2023, Murati secara singkat menjabat sebagai CEO sementara OpenAI setelah Sam Altman dicopot dari jabatannya. Meskipun hanya beberapa hari, masa kepemimpinannya mencerminkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan yang luar biasa. Setelah beberapa peristiwa dinamis di dalam perusahaan, ia kembali ke posisinya sebagai CTO. Namun, pada September 2024, Murati mengumumkan pengunduran dirinya untuk mengeksplorasi kesempatan baru di luar OpenAI, sambil mengungkapkan rasa terima kasih kepada timnya atas keberhasilan yang telah dicapai.

 

Mira Murati telah menerima banyak penghargaan sepanjang kariernya. Pada Oktober 2023, ia dinyatakan sebagai salah satu dari "100 Wanita Paling Berpengaruh dalam Bisnis Tahun 2023" oleh Fortune, menunjukkan pengaruhnya yang signifikan dalam dunia bisnis dan teknologi. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga memuji Murati dalam sebuah artikel Time, menggambarkan kemampuannya dalam menyusun tim yang hebat dengan keterampilan teknis yang tinggi.

 

Selain itu, Dartmouth College menganugerahkan gelar Doktor Sains kehormatan kepadanya pada bulan Juni 2024, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mendemokratisasi teknologi dan memajukan dunia yang lebih aman dan lebih baik. Pada September 2024, ia juga masuk dalam daftar "100 Orang Paling Berpengaruh dalam AI 2024" versi Time, menegaskan posisi dan pengaruhnya yang semakin berkembang dalam industri AI.

 

Murati sangat bersemangat tentang potensi Al untuk kebaikan. la percaya bahwa Al dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang paling mendesak di dunia, seperti perubahan iklim dan kemiskinan.



cnn.com


Menurut The Wall Street Journal, Murati adalah "orang produk yang percaya bahwa kecerdasan buatan (Al) tidak boleh terbatas pada proyek penelitian saja. "Penting bagi kita untuk menghadirkan suara-suara yang berbeda, seperti filsuf, ilmuwan sosial, seniman, dan orang-orang dari bidang humaniora," katanya dalam sebuah wawancara dengan majalah Time pada awal 2023

 

Menurut Murati, penting bagi OpenAI untuk membawa kecerdasan buatan ke publik dengan cara yang terkendali dan bertanggung jawab. Ia percaya bahwa AI harus dikembangkan dengan cara yang transparan dan inklusif. Ia ingin meningkatkan kolaborasi OpenAI dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat sipil.

 

“Meski demikian, kami hanyalah sekelompok kecil orang dan kita membutuhkan lebih banyak masukan terhadap sistem ini dan lebih banyak masukan yang melampaui teknologi—tentunya regulator, pemerintah, dan semua orang.”

 

Reorientasi

 

Murati adalah orang yang berada di balik pengembangan dan pengelolaan beberapa proyek OpenAI yang paling inovatif, termasuk model generator gambar DALL-E 3, alat pengenalan suara Whisper, dan versi terbaru chatbot perusahaan GPT-4.

 

Daftar Pustaka

Myesa Fatina R. (3 Oktober 2024) “Profil Mira Murati, Chief Technology Officer OpenAI yang Mengundurkan Diri”. Tempo.com.

 

Colombia University (2023) "Mira Murati most recently served as chief technology officer of OpenAI". Institute of Global Politics, Columbia University.

 

Wasis Wibowo. (23 Februari 2023) “Profil CTO OpenAI Mira Murati, Sosok Cantik Pencipta ChatGPT”. Sindonews.com.


Comments

Popular posts from this blog

Onno W. Purbo: Bapak Internet Indonesia

PUISI